Widgetized Footer

Tuesday, 19 March 2013

5 Hewan yang kejam dalam mengasuh anaknya

Wooww ...
Ternyata ada  Hewan yang kejam dalam mengasuh anaknya. Hewan tersebut ternyata ada yang Bukan tergolong dari hewan yang termasuk Buas, namun hewan ini ada juga yang ada memeliharanya. Berikut ini 5 Hewan yang kejam dalam mengasuh anaknya.




1. Panda
Ibu Panda hanya akan memelihara 1 anak, jika dia memiliki lebih dari 1, maka yang lainnya akan ditinggal begitu saja di alam liar. Sementara ‘anak kesayangannya’ tumbuh sehat dengan asupan makanan yang cukup, sedangkan anak yang lainnya akan kurus kering tak berdaya. Ibu Panda memang tidak mungkin menyediakan makanan untuk anak yang kedua atau setelahnya, jadi selama 8-9 bulan pertama (setelah itu anak panda bisa mencari makanan sendiri), anak-anak panda yang tidak dapat makanan cukup (termasuk ASI) harus bertahan hidup sendiri, jika tidak bisa pastilah mereka akan mati.


2. Hamster
Ibu Hamster sering memakan anaknya sendiri. Ibu Hamster biasa melahirkan beberapa anak, jika ada anak yang tidak sempurna (cacat) atau dianggap tidak lolos ‘quality control’ akan dimakan hidup-hidup, bisa juga disebabkan jika jumlah makanan yang tersedia dianggap kurang untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan anak-anaknya.


3. Elang Hitam
Ibu Elang biasanya membiarkan ketika anak-anaknya bermain-main di sarangnya, walaupun sering kali permainan itu bisa mengakibatkan kematian bagi salah satu anaknya. Jumlah makanan yang tersedia terkadang tidaklah banyak, dan sulit didapat. Maka dari itu, ibu Elang membiarkan permainan berbahaya ini sebagai ujian agar anak-anak yang kuatlah yang bertahan.


4. Kelinci
Ibu Kelinci akan langsung meninggalkan anak-anaknya di lubang setelah mereka dilahirkan, dan selama 25 hari pertama, sang ibu hanya akan ‘menengok’ dan memberi makan anaknya tak lebih dari 2 menit per hari. Anak kelinci merupakan makanan empuk dan menggiurkan bagi para pemangsa, maka dari itu, sang ibu selalu berusaha agar lubang tempat tinggalnya rahasia, caranya dengan sesedikit mungkin waktu yang dihabiskan di dekat lubangnya. Setelah 25 hari barulah anak-anak kelinci bisa mencari makan sendiri.





http://hermawayne.blogspot.com

5. Kumbang Penggali

Ibu kumbang akan memberi makan setiap anak-anaknya satu persatu. Namun ketika jumlah makanan habis, maka anak terakhir bukan hanya tidak mendapat jatah makan, namun juga akan dimakan hidup-hidup oleh ibunya. Kumbang Penggali biasanya tinggal di dalam bangkai tikus. Dan ibu Kumbang selalu bertelur dengan jumlah lebih banyak dari jumlah makanan yang ada (bangkai tikus), maka untuk meningkatkan kesempatan bertumbuh yang lebih besar bagi semua keluarga, jumlah anak harus dicukupkan dengan jumlah makanan, bukan sebaliknya.

MITOS SEPUTAR OBAT-OBATAN



Orang sakit biasanya pasti selalu mengkonsumsi obat supaya cepat sembuh. Namun tahukah kamu bahwa ada MITOS SEPUTAR OBAT-OBATAN . Sebagian orang mungkin belum mengetahui tentang MITOS SEPUTAR OBAT-OBATAN. 

Berikut ini ada beberapa mitos yang salah seputar obat yang dianggap benar oleh banyak orang mau tahu mitos apa aja itu simak 5 Mitos Yang Salah Seputar Obat berikut ini.

1. Meningkatkan Dosis Obat Akan Menyebabkan Penyakit Lebih Cepat Sembuh
Kebanyak orang percaya jika menaikan dosis dan jumlah obat yang dikonsumsi maka akan lebih cepat sembuh padahal ini tidak benar dan salah menaikaan jumlah dosis obat yang dimakan akan berakibat buruk dan tidak menyembuhkan penyakit bahkan bisa menimbulkan keracunan.

2. Obat Paten Atau Mahal Akan Lebih Manjur Dari Yang Murah
Tidak semua obat mahal ayau obat paten lebih manjur dibandingkan dengan obat yang murah padahal faktanya obat murah atau obat generik sama khasiatnya dengan oabat mahal atau paten.

3. Suntik Mempercepat Sembuh
Kebanyakan orang percaya jika disuntik lebih cepat sembuh dibandingkan dengan makan obat dari mulut padahal ini salah semua obat sama aja bahkan obat suntik lebih beresiko terhadap orang yang memiliki alergi. Efek bahaya dari obat suntik adalah si pasien bisa langsung meninggal karena tubuhnya tidak sanggup menerima obat tersebut.

4. Makan Obat Dalam Waktu Lama Bisa Merusak Ginjal
Banyak orang percaya jika konsumsi obat dalam waktu yang sangat lama maka akan merusak ginjal padahal angapan ini salah ginjal akan rusak jika ada penyakit dalam tubuh kita tidak diobati dengan makan oabat contohnya saja diabetes jika tidak diobati maka akan lebih cepat merusak ginjal.

5. Obat Tradisional Atau Herbal Pasti Aman
Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena obat herbal dapat memberikan efek yang lebih membahayakan, seperti bunga morfin sebagai contohnya.
Nah itulah beberapa mitos seputar obat yang dipercayai bayak orang, apa kamu salah satu orang yang percaya dengan mitos obat di atas ?

Si Gubernur Miskin

Seandainya aja Pemerintah RI ini seperti apa yang akan saya posting kan kali ini. Postingan ini SANGAT pas untuk apa yang sedang kita alami di Indonesia ini, semoga saja PARA PEMERINTAH kita ini dapat mengikuti jejajk nya seperti Si Gubernur Miskin.

Hari itu kota Hims, salah satu kota besar di bilangan Syam, dikejutkan oleh inspeksi mendadak sang khalifah Umar bin Khoththob. Sebenarnya inspeksi semacam ini bukan hal yang aneh bagi kaum muslimin pada zaman itu. Pasalnya, khalifah yang satu ini memang terkenal suka melakukan peninjauan langsung terhadap kinerja seluruh staf-staf kenegaraannya. Apabila ada hal yang tidak beres dia tidak segan-segan memecat dan mengganti pegawainya.

Begitu tiba di kota Hims, Umar meminta kepada beberapa staf setempat untuk mensurvey nama-nama fakir miskin di wilayah tersebut. Beberapa saat kemudian, para pegawai kembali dengan sebuah laporan tertulis berisi daftar nama-nama fakir miskin.

Disaat membuka buku laporan itu lembar demi lembar, tiba-tiba pandangannya terhenti pada sebuah nama,

"Sa'id bin 'Amir". Sejenak, dia berkelana didalam memori kepalanya, membongkar tumpukan nama-nama orang yang pernah ia kenal, sembari mencocokan nama orang ini: "Sa'id bin 'Amir", sepertinya nama ini tidak asing baginya.

"siapa yang kalian maksud dengan Sa'id bin 'Amir disini?" Tanya Umar keheranan.

" wahai amirul mukminin, dia itu gubernur kami" jawab mereka.

"apa..!? gubernur kalian?!? "
Mendengar jawaban itu ubun-ubun Umar bagai disambar petir. Ternyata dugaannya benar, orang ini memang sangat tidak asing baginya.

"Bagaimana namanya bisa dia masuk kedalam daftar fakir miskin? Kemana gajinya selama ini?"

"wahai amirul mukminin, dia tidak menyimpan gajinya sedikit pun" jawab mereka.

Mendengar pernyataan tersebut hatinya menjadi luluh, tanpa terasa butir demi butir air mata mulai membanjiri pipinya, membayangkan betapa sengsaranya sahabat sekaligus orang kepercayannya yang satu ini menanggung beban.

Gubernur yang satu ini begitu zuhud. Tiap bulannya, dia hanya mengambil beberapa keping uang gaji yang dia rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan harian rumah tangganya, sisanya dia sedekahkan kepada fakir miskin.

Sebagai seorang gubernur, sosoknya begitu berbeda dibandingkan para pejabat negara lainnya, begitu kontras dengan jabatan yang ia sandang. Tidak punya istana, penampilan ala kadarnya, tidak ada satupun petugas keamanan berjaga di pintu rumahnya, dan tidak ada seorang pun pelayan atau budak belian di rumahnya.
Sa'id bin 'Amir bin Hadzyam, memeluk agama islam beberapa waktu sebelum terjadinya perang Khaibar. Reputasinya sebagai salah satu orang-orang sholih yang dapat diamanahi, mendorong Umar untuk memanggilnya beberapa waktu lalu seraya berkata,

"Sa'id, aku memanggilmu kemari untuk mengangkatmu sebagai gubernur di wilayah Syam".

Kalau saja manusia zaman sekarang disodorkan tawaran semacam ini, tentu dia akan kegirangan bukan kepalang. Begitulah orang-orang yang memandang kekuasaan sebagai ladang subur untuk meningkatkan taraf perekonomian hidup (baca: memperkaya diri).

Namun lain halnya dengan orang-orang yang pernah mengenyam bangku madrasah Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasalam- semacam Sa'ad bin 'Amir. Jawaban yang keluar dari mulutnya bukanlah "jazakallahu khoiron" atau ucapan manis semacamnya, melainkan kata-kata,
"wahai Umar, kumohon, jangan kau lempar diriku ke dalam kubangan fitnah".

Begitulah, sahabat yang mulia ini menolak mentah-mentah tawaran mengiurkan itu. Aneh memang, kalau dilihat melalui kacamata materialis tentu perbuatannya ini merupakan hal dungu. "Alangkah bodohnya orang ini, diberi kesempatan hidup enak kok malah disia-siakan", kira-kira begitulah tanggapan orang-orang yang hatinya sudah terbakar nafsu dunia.

Adapun Sa'id bin 'Amir, melalui pelajaran-pelajaran nubuwah yang ia cerna selama di madrasah Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasalam-, dia memahami bahwa berkuasa sama artinya dengan menanggung beban amanat sangat-sangat berat untuk di pertanggungjawabkan di padang mahsyar nanti. Setiap rasa lapar yang diderita rakyatnya, sekecil apapun kedzaliman yang terjadi, itu semua akan menjadi bahan pertanyaan pada hari kiamat kelak.

Namun, Umar lantas menanggapi penolakan Sa'id tadi dengan tegas, "demi Allah, aku harus memaksamu, seenaknya saja kalian membebankan amanat ini ke atas pundakku lantas kalian mau pergi bagitu saja tanpa membantuku".

Jawaban Umar barusan membuatnya terpaksa menerima tawaran tadi, bukan atas dasar hawa nafsu untuk menjadi penguasa, melainkan atas dasar menjalankan perintah Allah ta'ala untuk saling membantu dalam melaksanakan ketakwaan. Memang tidak adil rasanya, apabila Sa'id membiarkan Umar bin Khoththob sendirian menanggung beban amanah kekhalifahan yang berat, sementara dia memiliki kemampuan untuk membantunya. Yang membebani Umar dengan amanat berat kekhalifahan itu adalah para sahabat, jadi sudah sepantasnyalah bagi para sahabat seperti Sa'id untuk membantunya. Begitulah para sahabat Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasalam-, memandang amanah kekuasaan bukan sebagai sesuatu yang layak untuk diperebutkan, melainkan sebagai suatu beban berat yang akan memperlambat laju mereka dalam menempuh perjalanan akhirat. Oleh karenanya, kita akan menyaksikan hal-hal aneh dalam keseharian mereka yang menggambarkan secara jelas bahwa mereka mengemban amanah pemerintahan bukan untuk berfoya-foya.

Contohnya kisah berikut:
Pada kesempatan lainnya, Umar mengumpulkan penduduk kota Hims di suatu tempat guna mendengar secara langsung kesaksian mereka tentang kinerja para staf pemerintahan disana. Umar melontarkan pertanyaan kepada mereka,

"wahai penduduk Hims, bagaimana pendapat kalian mengenai kinerja gubernur kalian?"

Mereka menjawab, "wahai amirul mukminin, ada empat hal yang kami keluhkan tentang kinerja gubernur kami. Adapun yang pertama, setiap harinya, dia baru keluar dari rumahnya untuk melayani kami dikala matahari sudah tinggi"

"benar-benar keterlaluan",kata Umar menanggapi keluhan mereka.
Keluhan pertama ini membuat tekanan darah Umar meningkat, pertanda rasa marah dan kecewa mulai menghampiri dirinya.

"lalu apa lagi?",tanyanya.

"yang kedua, apabila malam tiba, dia tidak mau melayani siapapun", jawab mereka.

"ini juga sudah kelewatan", tanggapnya.
Keluhan kedua ini membuatnya semakin kecewa.

"lalu apa lagi?",tanyanya lebih lanjut.

"yang ketiga, dalam satu bulan, ada satu hari dimana dia tidak melayani kami sama sekali",jawab mereka.

"ini sudah melampaui batas wajar", kata Umar yang makin bertambah kecewa.
?lalu apa lagi?? tanyanya kembali.
?yang keempat, dia sering sekali mendadak pingsan tak sadarkan diri? , jawab mereka.

Keempat keluhan ini benar-benar mengganggu perasaan Umar. Pasalnya, Sa'id bin 'Amir adalah salah satu sahabat Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasalam- yang terpercaya. Umar sangat mengetahui reputasinya selama ini. Rasanya tidak mungkin dia berbuat demikian kecuali ada alasan kuat yang mendorongnya. Akhirnya, dia memanggil Sa'id bin 'Amir sang gubernur guna dimintai keterangan mengenai keluhan-keluhan penduduk Hims atas kinerjanya selama ini.

Tidak tanggung-tanggung, dia memanggilnya dan mengadilinya langsung dihadapan penduduk kota.
Sebelum memulai sesi pengadilan, Umar sempat melantunkan doa,"Ya Allah, Janganlah kau jadikan penilaianku selama ini terhadap dirinyameleset".

Walaupun kritikan-kritikan pedas yang tidak menyenangkan hati tadi datang bagaikan hujan anak panah, namun di sudut hatinya Umar masih menyimpan prasangka baik terhadap Sa'id. Tidak mungkin penilainnya terhadap sahabat yang satu ini meleset. Pasti ada alasan kuat yang membuatnya bertingkah demikian.

"rakyat Hims sekalian? coba sebutkan keluhan-keluahan kalian tadi", kata Umar memulai persidangan.

"dia baru keluar dari rumahnya untuk melayani kami dikala matahari sudah tinggi", jawab mereka.

"Sa'id, apa pembelaanmu?",tanyanya.

"wahai amirul mukminin, Demi Allah, sebenarnya aku benci mengatakan hal ini, namun apa daya, aku akan mengatakannya demi membela diri" jawab Sa'id. "Aku tidak memiliki pembantu di rumah. Setiap pagi aku membuat sendiri adonan roti untuk keluargaku, kemudian aku juga yang memanggangnya hingga matang. Setelah semuanya selesai, aku lantas berwudhu kemudian keluar melayani mereka",lanjutnya.

Mendengar jawaban Sa'id tersebut hati Umar mulai terobati. Ternyata benar, penilaiannya selama ini tidak meleset, dia berbuat demikian bukan karena dorongan rasa malas dan ingin bersantai-santai. Kejujuranlah yang mendorongnya. Karena sifat jujur dan amanahnya itulah dia tidak berani mengambil uang rakyat sepeser pun untuk kepentingan pribadi. Oleh sebab itulah dia tetap hidup miskin dan tidak memiliki pembantu. Kalau saja dia tidak jujur dan amanah, tentu sekarang dia sudah hidup nyaman dikelilingi para pelayan.

"lantas apa lagi?",Tanya Umar kepada rakyat Hims.

"apabila malam tiba dia tidak mau melayani siapapun" jawab mereka.

"apa pembelaanmu, Sa'id?"

"lagi-lagi aku benci untuk menjawabnya, tapi apa boleh buat, aku terpaksa akan menjawabnya demi membela diri", Jawab Sa'id. "aku telah mengorbankan waktu siangku demi melayani mereka, jadi sudah sewajarnya bila waktu malamku aku khususkan untuk bermunajat kepada Allah ta'ala".

Untuk kedua kalinya, jawaban Sa'id bagaikan semilir angin yang mengusir hawa panas dari hati Umar. Memang beginilah seharusnya perilaku orang-orang solih alumni madrasah Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasalam-. Mereka tidak memandang urusan dunia yang membuat mereka super sibuk sebagai uzur untuk melalaikan hak-hak Allah ta'ala.
Kesemrawutan problem sehari-hari, gejolak hidup yang tak lekas pergi, hiruk pikuk alam fana ini, serta beribu urusan yang lalu lalang di kepala mereka, semua itu akan mereda begitu malam tiba, berganti dengan nuansa khusyu' berbalut alunan senandung al- qur'an. Rintihan lirih ketika bermunajat, isak tangis karena takut akhirat, berpadu dengan tasbih dan istighfar hingga penghujung malam, itu semua menjadi melodi tak terpisahkan dari kehidupan malam mereka. Andaisaja kita bisa menyaksikan langsung rupa mereka di pagi hari, niscaya kita akan melihat wajah-wajah berhiaskan garis-garis hitam membujur dari mata hingga pipi. Itulah bekas banjir air mata, saking banyaknya mereka menangis hingga aliran air mata meninggalkan bekas seperti parit di wajah.

"apalagi?",Tanya Umar melanjutkan sidang.

"dalam satu bulan, ada satu hari dimana dia tidak melayani kami sama sekali", jawab mereka.

"apa pembelaanmu, Sa'id?"

"wahai amirul mukminin, aku tidak memiliki pelayan yang mencucikan pakaianku, dan juga aku tidak memiliki pakaian lain selain yang menempel di badanku ini. Oleh karenanya, aku mencuci pakaianku ini satu kali dalam sebulan. Pada hari itu aku mencucinya, kemudian aku menungguinya hingga mengering pada sore hari", jawab Sa'id.

"apalagi?", lanjut Umar kepada penduduk Hims.

"dia sering sekali mendadak pingsan tak sadarkan diri", jawab mereka.

"apa tanggapanmu, Sa'id?"

"wahai amirul mukminin, aku telah menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Khubaib Al-anshory menemui ajalnya", jawab Sa"id.
"Ketika itu aku masih dalam keadaan musyrik. Aku menyaksikan orang-orang kafir Quraisy mencincang tubuhnya hidup-hidup seraya berkata, "wahai Khubaib! Apa kau rela andaisaja Muhammad menggantikan posisimu sekarang ini?". Khubaib menjawab, "demi Allah, jangankan posisiku sekarang, sedikit pun aku tak rela Muhammad tertusuk duri sementara aku duduk di rumah bersama anak dan istriku". Setiap kali aku mengingat peristiwa itu, aku selalu dirundung penyesalan. Menyesal karena aku tidak menolongnya. Menyesal karena aku ketika itu bukan termasuk golongan orang beriman. Aku khawatir, jangan-jangan Allah ta'ala tidak akan mengampuni dosaku itu. Itulah yang membuat sering pingsan".

Mendengar jawaban-jawaban Sa'id diatas, hati Umar berbunga-bunga. "segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan penilaianku terhadap dirinya meleset", kalimat itulah itulah yang spontan terlontar dari lisannya. Betapa bahagia dia, ternyata tudingan-tudingan penduduk Hims tehadap orang kepercayaannya ini hanya salah paham belaka.

Seusai sidang, Umar memerintahkan salah seorang pegawainya mengirimkan sekantung uang sejumlah seribu dinar ke rumah Sa'id seraya berpesan, "wahai Sa'id, gunakanlah uang ini untuk membantu keperluan hidupmu".

Sesampai di rumah, istri Sa'id berkata,"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa membeli budak pelayan, sehingga engkau tidak perlu lagi kerepotan".

"Wahai istriku, aku punya usul lain", tanggap Sa'id.

"Kita investasikan uang ini di tangan orang-orang. Lalu, jika suatu saat nanti kita dalam kondisi terdesak membutuhkan uang, baru kita ambil laba dari investasi ini. Bagaimana menurutmu?",usulnya.

"wah, setuju sekali", jawab sang istri spontan.

Istrinya tidak menyadari maksud Sa'id yang sebenarnya. Gambaran yang ada di benaknya, Sa'id akan menanamkan modal pada beberapa pedagang. Dengan begitu, seribu dinar tadi akan berkembang dan semakin banyak, dan menjadi tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu saat kebutuhan mendesak. Padahal maksud Sa'id yang sesungguhnya, dia ingin menyedekahkan seribu dinar itu kepada fakir miskin. Yang nantinya pada hari kiamat, dimana manusia dalam kondisi sangat terdesak membutuhkan amal soleh, sedekah seribu dinar tadi akan sangat menolong mereka.
Tanpa pikir panjang, Sa'id langsung keluar dan memanggil salah seorang kepercayaanya. Lalu, seribu dinar tadi dibagi-bagi dalam beberapa kantung kecil.

"kantung yang ini, tolong berikan kepada janda-janda miskin di kabilah fulan, yang ini, berikan kepada fakir miskin di kabilah fulan, yang ini, berikan kepada keluarga fulan yang sedang terkena musibah", perintah Sa'id. Begitulah seterusnya, hingga yang tersisa tinggal beberapa keping uang dinar.

Lantas ia pulang dan memberikan sisa uang tadi kepada istrinya."gunakan sisa uang ini untuk memenuhi kebutuhan kita", katanya.

"Lho, kau kemanakan uang uang seribu dinar tadi?", tanya sang istri keheranan.

"kita akan mengambil uang itu suatu saat nanti, di saat kita dalam keadaan sangat terdesak", jawabnya sambil berlalu menuju tempat kerjanya.

Semoga rahmat Allah ta'ala selalu tercurah kepada pemimpin-pemimpin semacam ini.

Allah Meng-GRATIS-kan Makanan untuk Gaza


Allah Meng-GRATIS-kan Makanan untuk Gaza - Puluhan Ikan Pari Terdampar, Berkah bagi Warga Gaza Palestina

Puluhan ikan pari jenis Mobula secara misterius terdampar di pantai Gaza, Palestina, pada Rabu waktu setempat. Peristiwa ini menjadi berkah tersendiri bagi warga Gaza yang merana akibat blokade negara zionis Israel.

Dalam video yang bisa dilihat di Youtube, dilansir Daily Mail, seorang nelayan bernama Eyad Almadoun mengaku terkejut melihat pemandangan tersebut. Dia mengatakan, ikan pari ini terakhir terlihat di pantai Gaza enam tahun lalu.

Dia mengatakan, biasanya warga Gaza mendapatkan ikan ini dari Mesir yang dikirimkan melalui terowongan bawah tanah. Selain menyulitkan, harganya juga sangat mahal.

Dia mengatakan, ini bukan kali pertama ikan terdampar di pantai tersebut. Sehari sebelumnya, ujarnya, 220 ekor ikan terdampar di pantai, dan dia yakin besok ikan yang terdampar akan lebih banyak lagi.

“Hari ini Tuhan menyediakannya untuk kami,” kata dia.

Ikan pari Mobula ini memiliki perawakan sama dengan ikan pari manta. Mobula bisa mencapai panjang hingga lima meter dan berat lebih dari 76 kilogram. Per kilonya, ikan jenis ini dijual di Gaza seharga enam atau tujuh shekel atau sekitar Rp14 ribu.

Ramai-ramai warga Gaza memotongi ikan-ikan tersebut dan mengangkutnya menggunakan gerobak. “Kini baik orang kaya dan miskin bisa memasak ikan ini dan memakannya dengan nasi atau tomat,” kata Almadoun.

Ahli ikan pari terkemuka dunia dari Kampus Santa Rosa di California, Amerika Serikat, Bob Rubin, juga mengaku heran dengan fenomena ini. Dia mengatakan, ikan jenis ini biasanya berenang dalam gerombolan besar dalam jumlah ribuan.

“Peristiwa ini sangat aneh dan saya tidak pernah menemukannya. Saya telah bekerja di Teluk California bertahun-tahun dimana banyak sekali terdapat sekumpulan mobula, tapi saya tidak pernah melihat terdampar massal seperti ini,” kata dia.

Terdapat luka di bagian sirip ikan-ikan pari yang terdampar di Gaza. Bob tidak bisa memastikan penyebab luka tersebut, apakah terkena perahu atau batu karang. “Saya perlu melihatnya langsung,” kata dia.

Wilayah Gaza diblokade Israel setelah Hamas menguasai wilayah itu pada tahun 2007. Akibat blokade tersebut, bahan makanan, pakaian dan bahan bangunan tidak bisa masuk ke Gaza. Warga Gaza hidup serba kekurangan, hanya mengandalkan bantuan dari lembaga kemanusiaan dan barang-barang yang diselundupkan dari terowongan menuju Mesir.

===== Mari Berdo'a =====

Ya Allah sungguh hebat mukjizat yang kau tunjukkan kepada kami. memang benar Ya Allah.., bila Engkau sudah berkehendak, biarpun seluruh manusia menantang. tak ada yg bisa menghalangi. Dan bila Engkau sudah menyetujui, biarpun seluruh manusia menghalangi, tidak akan mampu.

Ya Allah tetap luruskanlah kami dalam mencari rezeki di jalan yg halal ya Allah. Aaamiiiin.

10 Alasan Islam mengharamkan makan daging Babi

Iya sebelum postingan ini, saya sudah membahas tentang Istilah Makanan Yang Berkaitan Dengan Babi. Dan kali ini saya akan membahas 10 Alasan Islam mengharamkan makan daging Babi

Makan daging babi dalam ajaran agama islam itu diharamkan kenapa diharamkan karena didalam daging babi banyak mengandung zat berbahaya dan penyakit sehinga jika sampai dimakan oleh umat muslim penyakit yang terkandung didalamnya akan ikut masuk dalam tubuh manusia. Berikut ini ada beberapa fakta ilmiah yang ditemukan dari dalam daging babi sehinga Islam mengharamkan memakan daging babi ingin tahu apa aja itu simak 10 Alasan Ilmiah Kenapa Daging Babi Diharamkan Dalam Islam berikut ini.
1. Babi adalah container (tempat penampung) penyakit.

Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii

2. Daging babi empuk.

Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.

3. Menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.

4. Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.

5. Babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).

Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.

6. Menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.

7. Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh.
Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.

8. Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar.

9. Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia. Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.

10. DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti, Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.


Semoga postingan tentang 10 Alasan Islam mengharamkan makan daging Babi bermanfaat bagi yang membacanya.